Pages

Thursday, February 13, 2020

KEGIATAN GLADI BERSIH UAMBN-BK MTs. DAARUSSALAAM


Suasana Gladi bersih UAMBNBK hari pertama Kamis (13/02) MTs. Daarussalaam

Rancakadu Cikapinis- (FE). Hari pertama gladi bersih Ujian Akhir Madrasah Berstandar Nasional Berbasis Komputer (UAMBNBK) Tahun Pelajaran 2019/2020 tingkat Madrasah Tsanawiyah yang diikuti kelas Sembilan berlangsung sukses.
Kepala MTs. Daarussalaam Hajidin, S.Pd.I didampingi Kepala Lab. Computer sekaligus sebagai proctor, Furqon Efendi, S.Pd,  Kamis (13/02) menyebutkan pelaksanaan gladi bersih UAMBNBK tahun pelajaran 2019/2020 di ruang lab. komputer MTs. Daarussalaam di hari pertama berjalan dengan lancar dan tanpa kendala. Baik jaringan maupun para peserta sendiri sangat antusias mengikutinya.
Dengan jadwal pelaksanaan yang diikuti 40 siswa kelas sembilan, dua sesi dalam satu hari. "Gladi bersih hari ini untuk dua mata pelajaran yaitu Qur’an Hadist dan SKI dibagi menjadi 2 sesi dalam sehari. Untuk sesi 1 Gladi bersih dimulai jam 8.00-09.30 untuk sesi Qur’an Hadist dan 10.00-11.30 untuk sesi mata pelajaran SKI, dan besok dilanjutkan mata pelajaran Fikih satu sesi, karena waktunya hingga Jum’at besok," ungkapnya.
Terkait gladi bersih UAMBNBK ini, Furqon Efendi, S.Pd mengatakan pihaknya berharap gladi bersih UAMBNBK ini dijadikan acuan dan bisa dilaksanakan lebih maksimal, sehingga saat menghadapi ujian siswa tidak merasa canggung lagi.
Terpisah, Cep Ladun Nur Hiban salah seorang siswa mengung­kapkan gladi bersih di hari pertama tersebut ia dengan para siswa lainnya antusiasme dengan adanya gladi bersih di mana menjadi bahan bagi mereka untuk ujian yang sebenarnya awal Maret mendatang. (FE)

Tuesday, February 12, 2013

MENJADI SISWA YANG SUKSES

Sukses dalam belajar, adalah impian semua siswa. Nah agar kalian dapat menjadi seorang murid yang sukses, tips-tips dibawah ini mudah-mudahan dapat membantu:

1. Usahakan untuk masuk sekolah setiap hari.
Kadang kita merasa malas untuk bangun pagi, apalagi kalau di hari Senin. Aduh, rasanya masih mengantuk sekali. Akhirnya kita berpikir untuk mencari alasan agar tidak masuk sekolah. Untuk mengejar ketinggalan, kalian meminjam catatan dari temanmu. Eit, tunggu dulu, dengan meminjam catatan dari teman bukan berarti kalian dapat mengerti apa yang diajarkan oleh bapak dan ibu guru di sekolah lho. Pada saat temanmu menulis catatan tersebut, dia menuliskan apa yang dianggap perlu olehnya. Nah, bagaimana kalau ternyata ada hal penting lain yang tidak tercatat olehnya? Wah, bisa-bisa saat ditanyakan di ulangan, kita tidak dapat menjawabnya.

2. Mulailah masuk ke kelas dengan perasaan terbuka.
Kalian pasti bertanya-tanya, apa sih maksud dari kalimat diatas? Kita sering merasakan kita menyukai kelas yang satu sedangkan ada juga kelas yang tidak kita sukai. Entah itu karenanya gurunya galak, tidak dapat menerangkan dengan baik atau bahan yang diajarkan tidak menarik. Karena alasan itulah akhirnya kita sering ogah-ogahan untuk mengikuti kelas tersebut dengan baik. Wah, kalau kita merasa begini terus, bisa-bisa kita tidak dapat nilai bagus di buku rapor. Agar, nilai di rapor tetap memuaskan cobalah untuk tidak langsung men-cap kelas tersebut tidak menyenangkan. Dengarkan apa yang diajarkan oleh guru tersebut, lalu resapi pelajaran yang diajarkan hingga kalian mengerti. Kalau ada yang kurang jelas, cobalah untuk bertanya kepada guru tersebut. Ingat, bahwa semua guru menginginkan agar muridnya pintar dan beliau tidak akan lelah untuk mengajari hingga kalian mengerti. Dengan begitu, selain kamu mengerti pelajaran yang diajarkan, kalian juga menciptakan hubungan yang baik dengan guru kalian.

3. Selalu siap sebelum masuk kelas.
Untuk memastikan bahwa pelajaran yang diajarkan dimengerti oleh para muridnya, guru sering memberikan latihan untuk di rumah atau yang kita sebut dengan pekerjaan rumah (PR). Biasakan untuk menyelesaikan dan mengumpulkan PR tersebut di saat yang ditentukan. Apabila kalian kesulitan menyelesaikan tugas tersebut, kalian dapat meminta bantuan dari ayah, ibu, kakak, teman sekelas atau bahkan dari guru mata pelajaran tersebut. Begitu juga dengan tugas-tugas lain seperti prakarya atau kerajinan tangan. Cobalah untuk mengumpulkan tepat pada waktunya. Dengan demikian, nilai yang kalian dapatkan utuh dan tidak dipotong karena terlambat mengumpulkan.

4. Ikuti bimbingan belajar.
Kalian atau bahkan teman kalian pasti ada yang pernah ikut bimbingan belajar bukan? Bimbingan belajar dapat membantu kalian untuk lebih memperdalam pelajaran yang diajarkan di sekolah. Banyak bimbingan-bimbingan belajar yang dapat kalian ikuti. Pastikan sebelum mendaftar, bimbingan belajar yang kalian pilih merupakan bimbingan belajar yang baik. Coba tanyakan dengan teman kalian, bimbingan belajar apa yang diikutinya dan apakah itu membantunya untuk mengerti pelajaran di sekolah.

Nah, mulailah untuk rajin belajar dari sekarang dan selamat mencoba tips-tips diatas!

Filosofi Mengerjakan Soal Pilihan Ganda dalam Ujian

Semua orang menyukai soal pilihan berganda. Peserta ujian menyukainya karena soal jenis ini dianggap lebih mudah daripada soal isian atau essay. Tidak perlu lagi menyerahkan lembar jawaban yang kosong melompong akibat sama sekali tidak belajar. Pengajar menyukainya karena jauh lebih mudah memeriksa jawaban soal pilihan berganda. Bahkan prosedur pemeriksaan dapat diotomatisasi dengan menggunakan mesin OMR atau komputer. Pemeriksa tidak perlu lagi melakukan prosedur pemeriksaan lembar jawaban satu per satu secara manual yang sangat melelahkan. Pengelola institusi pendidikan menyukainya karena soal pilihan berganda tidak membutuhkan jumlah pemeriksa yang banyak yang tentunya akan membutuhkan dana ekstra.

Sebagian besar pelajar dan mahasiswa berusaha mencapai nilai dengan baik dengan cara belajar tentang topik yang diujikan. Tetapi saya perhatikan dari teman-teman saya bahwa hanya sebagian kecil yang dapat menggunakan intuisi atau analisis untuk memaksimalkan peluang mendapat nilai yang lebih tinggi lagi walaupun tidak 100% yakin dengan jawabannya.

Eliminasi Jawaban yang Pasti Salah

Ini adalah trik yang paling jelas. Jika tidak yakin dengan sebuah jawaban, cobalah untuk mengeliminasi jawaban-jawaban yang sudah pasti salah. Untuk beberapa jenis soal, bahkan cara ini adalah satu-satunya cara untuk dapat menemukan jawaban tanpa perlu menghabiskan banyak waktu. Kesalahan banyak teman pada ujian matematika adalah selalu menjawab soal secara analitis padahal jawaban-jawaban yang salah dapat dengan mudah dieliminasi untuk mendapatkan solusi dari soal tersebut.

Pembuat soal yang malas terkadang membuat soal dengan jawaban yang terlalu mudah untuk ditebak.

Pilih Jawaban yang Paling Panjang

Saran klasik sebelum menghadapi ujian terutama ujian ilmu-ilmu sosial adalah ‘pilih jawaban yang paling panjang dibandingkan jawaban lainnya’. Menurut pengalaman trik ini hanya berlaku untuk pembuat soal yang kurang berpengalaman yang terlalu sering membuat jawaban yang benar relatif jauh lebih panjang daripada jawaban-jawaban lainnya. Tetapi di lain pihak, soal-soal seperti ini juga beberapa kali muncul di ujian sekaliber UMPTN misalnya.

Untuk meminimalkan masalah ini, beberapa pembuat soal membuat soal jebakan. Soal tersebut biasanya tidak memiliki tingkat kesukaran yang tinggi dan memiliki satu jawaban yang jauh lebih panjang daripada jawaban lainnya, tetapi berbeda dengan biasanya, jawaban tersebut salah. Jika peserta ujian menemukan soal tersebut, maka ia akan menjadi ragu pada soal-soal berikutnya: apakah pembuat soal sedang mencoba menjebak saya lagi atau apakah kali ini ia ‘jujur’? Ini adalah sebuah teori permainan antara pembuat soal dan peserta ujian yang dapat digambarkan dalam matriks pembayaran dari sisi peserta ujian kira-kira sebagai berikut dengan asumsi peserta ujian tidak mengetahui jawabannya:

——————————            Menjebak         ———        Tidak menjebak
Memilih jawaban panjang———-       0             ——————     10
Tidak memilih jawaban panjang—-     2,5              —————–     0

Yang menjadi masalah adalah bagaimana mengetahui pembuat soal menjebak atau tidak? Peserta ujian perlu menggunakan intuisinya berdasarkan situasi yang ada. Akan lebih berguna jika ia menyelesaikan seluruh soal yang mampu ia kerjakan terlebih dahulu. Fakta lain yang perlu diperhatikan adalah bahwa soal-soal jebakan jumlahnya akan jauh lebih sedikit daripada soal-soal bukan jebakan. Yang jelas peserta ujian tetap diuntungkan karena bisa bereaksi sesuai dengan tindakan yang diambil pembuat soal, sedangkan pembuat soal tidak bisa mengubah soal berdasarkan tindakan peserta ujian.

Pembuat soal yang baik mencoba meminimalkan ‘tebakan berhadiah’ seperti ini dengan cara menyamaratakan seluruh panjang jawaban, sehingga jawaban yang benar tidak dapat ditentukan dari panjangnya jawaban.

Soal-soal dalam kategori ini biasanya adalah jenis soal-soal yang paling menyebalkan. Biasanya pembuat soal mengambil sebuah kalimat dari buku, kemudian memecahnya menjadi dua buah bagian, bagian pertama ditempatkan pada soal, sedangkan bagian kedua ditempatkan pada salah satu jawaban. Sedangkan jawaban sisanya dikarang sehingga seakan-akan itu adalah jawaban yang benar. Dalam kasus ini peserta ujian dapat menganalisis apakah pertanyaan dan jawaban terangkai menjadi sebuah kalimat yang berkesinambungan. Carilah kesalahan-kesalahan seperti kesalahan ejaan, kesalahan gramatikal, penggunaan ejaan lama, penggunaan istilah yang tidak lazim dan sebagainya. Jika ada kesalahan, maka ada kemungkinan jawaban tersebut adalah jawaban yang salah. Soal dalam Bahasa Inggris akan lebih mudah dipecahkan karena aturan gramatikal yang lebih ketat daripada Bahasa Indonesia, sebagai contoh jika pertanyaan dibuat dalam past tense, maka jawaban juga seharusnya dalam past tense. Walaupun demikian, soal-soal semacam ini sangat jarang disajikan dalam Bahasa Inggris.

Peluang Menebak Jawaban

Yang sering tidak disadari oleh para penulis soal dan juga peserta ujian adalah peluang. Jika sebuah ujian terdiri dari 100 buah soal pilihan berganda dengan lima pilihan jawaban tanpa sistem minus, dan jika peserta datang ke tempat ujian tanpa mengerti sedikitpun materi yang diujikan, maka teori peluang mengatakan bahwa dia akan menjawab dengan benar sekitar 20 buah soal, atau 20% dari nilai keseluruhan. Sedangkan kondisi yang dapat menyebabkan hasil ujian bernilai 0% adalah jika peserta mengetahui dengan baik topik yang diujikan tetapi dengan sengaja memilih jawaban yang salah untuk seluruh soal.

Artinya, saat datang ke ruang ujian, peserta mendapat hadiah nilai kira-kira sebesar 20%. Mungkin ini salah satu hal yang menyebabkan soal pilihan berganda dianggap lebih mudah daripada soal jenis lainnya. Untuk menghilangkan faktor ‘bonus’ tersebut, nilai akhir yang didapat peserta perlu direvisi dengan menggeser titik 0% ke 20% hasil ujian. Rumusnya kira-kira adalah sebagai berikut:

nilairevisi = (nilai – 20) * 100 / 80

Dengan nilairevisi adalah nilai akhir yang telah direvisi, dan nilai adalah nilai hasil ujian. Semua dalam skala 0-100. Jika nilairevisi bernilai negatif, maka ubah menjadi 0 supaya tidak mempengaruhi hasil ujian-ujian sebelumnya. RajaBackLink.com

Mitos sistem minus


Walaupun demikian, sistem revisi tersebut saya lihat tidak populer. Yang jauh lebih populer adalah sistem minus. Pada sistem minus dengan lima pilihan jawaban, jawaban yang benar bernilai 4 dan jawaban salah bernilai -1, dan jika peserta memilih untuk menjawab, maka nilainya adalah 0. Sedangkan pada sistem minus dengan empat pilihan jawaban, jawaban yang benar bernilai 3 dan yang salah bernilai -1.

Jika seorang peserta mengikuti ujian pilihan berganda sistem minus yang terdiri dari 100 soal dengan lima pilihan jawaban, dan jika peserta tersebut sama sekali tidak mengerti topik yang diujikan tetapi memilih untuk menjawab seluruh soal, maka teori peluang akan mengatakan bahwa dia akan menjawab benar sebanyak 20 soal dan menjawab salah sebanyak 80 soal. Nilai akhir yang ia dapatkan adalah 20*4 – 80*1 = 0. Dan jika peserta memilih untuk mengosongkan lembar jawaban, maka nilai yang dia dapat juga 0.

Mitos yang sering beredar adalah bahwa soal pilihan berganda sistem minus itu menyeramkan karena peserta tidak dapat menebak-nebak jawaban untuk soal yang tidak dimengerti. Padahal, sesuai perhitungan di atas, hasil yang didapat akan kurang lebih sama baik peserta mengosongkan jawaban untuk pertanyaan yang tidak ia mengerti, dan jika peserta memilih untuk menebak jawaban yang benar. Lalu pilihan mana yang lebih baik? Jika saya sama sekali tidak mengerti, dalam kasus ini saya lebih suka mengosongkan jawaban. Dengan menebak, saya akan mendapat nilai tambahan di sekitar 0, ini bisa menguntungan, tapi bisa juga merugikan dan ini murni perjudian. Selain itu, waktu yang digunakan untuk menebak akan lebih baik dialokasikan untuk melakukan metoda tebakan lain yang akan jauh lebih produktif.

Satu hal yang bisa membuat saya memilih untuk menebak adalah jika prediksi nilai dari soal-soal yang lain adalah sedikit di bawah batas lulus. Sebagai contoh jika batas lulus adalah 60%, sedangkan prediksi nilai saya adalah 58%. Dalam kasus ini mengosongkan jawaban sudah pasti mengharuskan saya ikut ujian lagi tahun depan. Tetapi jika menebak, maka masih ada kemungkinan untuk lulus jika saya beruntung.

Tetapi bagaimana jika peserta bisa mengeliminasi satu jawaban yang salah? Jika ada banyak soal yang tidak diketahui jawabannya dengan pasti, tetapi peserta dapat mengeliminasi satu saja jawaban yang salah, maka kondisi akan berbalik. Sebagai contoh seorang peserta tidak mampu menjawab 40 buah pertanyaan, tetapi dia dapat mengeliminasi sebuah jawaban yang salah dari masing-masing soal tersebut. Maka teori peluang mengatakan bahwa dia akan dapat menjawab benar sebanyak sekitar 10 pertanyaan dan menjawab salah sekitar 30 pertanyaan. Nilai ekstra yang dia dapat dari menjawab soal-soal tersebut adalah sekitar 10*4 – 30 = 10. Lumayan! Nilai 10 setara dengan menjawab benar 2,5 soal.

Dan bagaimana jika peserta dapat mengeliminasi tiga jawaban salah sampai didapatkan dua buah jawaban yang salah satu di antaranya adalah jawaban yang benar? Jika hal tersebut terjadi pada 40 buah soal, maka peserta akan menjawab sekitar 20 jawaban benar dan 20 jawaban salah. Nilai tambahannya adalah sekitar 20*4 – 20*1 = 60. Artinya nilai tersebut setara dengan menjawab benar 15 buah pertanyaan! Saya tidak habis pikir pada teman-teman yang tidak berani menjawab padahal sudah mampu mengeliminasi tiga buah jawaban yang salah.

Saya pribadi akan menebak jika mampu untuk mengeliminasi paling tidak satu jawaban yang salah. Walaupun demikian resikonya terlalu tinggi jika misalnya nilai yang saya prediksi saat ini sedikit berada di atas batas lulus. Dalam kasus ini, menebak kemungkinan besar tidak akan dapat mengubah C menjadi B, tetapi kemungkinan mengubah C menjadi D terbuka lebar.

Sifat Kronologis


Sebagian pembuat soal menyusun pertanyaan-pertanyaan secara kronologi. Soal-soal awal membahas awal-awal topik bahasan, soal-soal terakhir membahas akhir dari topik bahasan. Menurut saya ini adalah ide yang buruk. Sulit saya menceritakannya karena ini berhubungan dengan intuisi. Terkadang, pada soal yang dibuat secara berurutan seperti ini saya seperti dapat membaca sebuah pola. Biasanya pertanyaan di awal-awal berkualitas baik, tetapi semakin mendekati akhir kualitas akan menurun secara perlahan-lahan. Frekuensi soal-soal yang ‘berkelas’ akan semakin menurun di lembar akhir.

Cara yang baik untuk mengatasi masalah ini adalah dengan mengacak urutan soal. Setelah di acak, soal-soal berkualitas rendah akan tersebar dari awal sampai akhir. Hal ini akan menyulitkan peserta untuk mengira-ngira soal mana yang dibuat ketika pembuat soal sudah lelah.

Ujian yang dilakukan dengan menggunakan komputer bisa jadi ditampilkan dalam kondisi acak. Pengacakan yang berbeda dari komputer peserta yang berbeda juga akan meminimalkan hal-hal seperti pencontekan atau kerja sama antar peserta ujian.

Penyusunan oleh Tim atau Perorangan

Soal-soal adalah manifestasi dari personaliti sang pembuat soal. Terkadang jika kita sudah terlalu banyak menjawab soal-soal yang dibuat oleh pembuat soal yang sama, maka kita bisa melihat adanya pola. Pola yang bagaimana? Agak sulit untuk menjelaskan, tetapi kita bisa melihat kelemahan dan kelebihan seorang pembuat soal dalam menyusun soal. Pola yang didapatkan dari soal-soal yang lain bisa jadi menjadi petunjuk untuk menjawab soal-soal lainnya.

Untuk mengatasinya, soal-soal untuk ujian yang penting sudah biasa disusun oleh beberapa orang dalam sebuah tim, dan bukan oleh perorangan.

Informasi dari Soal Lain


Tidak seperti soal jenis lain, soal pilihan berganda membutuhkan banyak kata-kata. Ada satu soal dan lima buah jawaban untuk setiap soal yang perlu ditulis di lembar soal. Selain itu soal pilihan berganda bersifat sangat spesifik dan tidak luas, akibatnya diperlukan cukup banyak soal untuk dapat mencakup seluruh topik bahasan. Jumlah soal yang banyak juga dibutuhkan untuk meminimalkan keberuntungan. Akan lebih sulit menemukan peserta ujian yang beruntung ketika mengerjakan 100 soal ketimbang 10 soal.

Banyaknya jumlah teks pada lembar soal memberikan kesempatan bagi peserta ujian untuk mendapatkan informasi-informasi yang dibutuhkan untuk menjawab soal lain atau paling tidak untuk mengeliminasi sebuah jawaban yang salah.

Pembuat soal yang pintar tidak akan membuat soal yang terkait dengan soal yang lain, atau soal yang jawaban-jawabannya saling mengeliminasi. Walaupun demikian, jika topik yang dibahas cukup sempit, maka pembuat soal akan kesulitan melakukan hal tersebut dan hampir tidak mungkin soal-soal yang diberikan bersifat ’saling lepas’.

Jika sifat ’saling lepas’ sulit untuk dihindari, masalah ini masih dapat dieliminasi dengan mencegah peserta untuk merevisi jawaban yang telah diberikan. Solusi ini mungkin hanya dapat diterapkan dengan bantuan komputer sebagai alat masukan.

Keacakan Jawaban

Tidak sering tetapi tidak jarang pula letak jawaban yang benar membentuk sebuah pola. Hal ini memang sudah menjadi sifat manusia yang sulit untuk menghasilkan sesuatu yang acak secara konsisten. Jika urutan jawaban yang benar dari soal nomor 1 sampai 5 adalah C, B, A, E, D, lalu apakah jawaban soal berikutnya adalah C? Ini tidak jauh berbeda dengan tebak-tebakan pada permainan semut-gajah-orang atau yang lebih dikenal di luar Indonesia sebagai rock-paper-scissors.

TRIK MENGHADAPI SOAL PILIHAN GANDA DI LUAR KEPALA

Ujian Nasional masih menjadi beban stres bagi siswa kelas VI SD, IX SMP, dan XII SMA. Mau tak mau, semua yang duduk di bangku sekolah resmi harus melaluinya. Maka tidak ada cara lain selain menghadapinya. Berikut beberapa tips yang mudah-mudahan dapat membantu untuk memuluskan jalan menuju sukses.

* Soal-soal UAN adalah pilihan ganda (multiple choices) yang didasarkan pada jawaban yang benar, tanpa pengurangan nilai pada pilihan yang salah; artinya jika tidak tahu jawabannya sekalipun, t-e-b-a-k-lah!
* Soal UAN biasanya berkomposisi 20% sulit, 50% sedang, dan 30% mudah. Jadi targetkan saja nilainya 70% sehingga tidak terlalu menjadi beban.

Taktik 1: Kalau Bisa Langsung Jawab, Kalau Tidak Bisa Tinggal!

Naskah soal biasanya diberikan lebih dulu sebelum LJK. Ini kesempatan mengintip soal. Kerjakan dulu meski yang lain belum mulai. Baca sekilas, bila mudah, kerjakan! Bila sulit, lewati! Dimana menulis jawabannya? Cukup tandai dengan titik kecil di bagian awal huruf pilihan. Dengan begini kita dapat mencuri start sampai 5-6 soal lho.
 
Taktik 2: Bila Ragu, Beri Tanda!
Gunakan taktik no 1 sampai akhir lembar soal. Anda mungkin butuh artikel ini untuk lebih rincinya. Sampai disini kira-kira 75% soal mungkin belum terjawab. Lalu buka lagi lembar pertama, ulangi dari nomor yang belum terjawab. Sekarang ganti strategi, pikirkan jawaban dengan masak. Namun jangan diforsir (terlalu memaksa) untuk soal yang memang sulit, lewati saja dengan beri tanda segitiga (apa saja selain lingkaran agar berbeda dari kebiasaan) pada dua jawaban yang ragu-ragu tadi (misal apakah A atau B).

Taktik 3: Bila Blank, Tebak!
Menebak pun perlu jurus. Dan jurusnya adalah memilih pilihan yang paling sedikit dipilih sebelumnya. Gambarannya, bila pada jawaban lain kita sering memillih A, B, D, dan E… maka pilihlah C. Ini akan memberi kita sedikit peluang karena setiap pilihan sedikitnya digunakan pada 10 pertanyaan. Maksudnya 10 soal memiliki jawaban A, 10 yang lain jawabannya B, 10 lainnya C, dan seterusnya. Tapi, bagaimana pun juga, ini adalah perkiraan kasar.
Cara lainnya adalah dengan memilih jawaban yang terdengar akrab, sebab boleh jadi jawaban itu adalah yang pernah kamu baca sebelumnya.
Sedikit mengira-ngira saja, bila kita targetkan ada 20 jawaban benar (nilainya 40), lalu 20 ragu-ragu (ambillah separuhnya, jadi nilainya 20), lalu 10 soal tidak bisa sama sekali (bila kebetulan, paling sedikit betul 1 yang artinya bernilai 2), maka totalnya adalah 64. InsyaAllah lulus!

1.  Siapkan peralatan ujian dengan baik
        Bawalah semua alat tulis yang kamu butuhkan seperti pensil, pulpen, kalkulator, jam (tangan), penghapus, tip – ex, penggaris, dan lain – lain. Perlengkapan ini akan membantu kamu tetap konsentrasi selama mengerjakan ujian.
 
2.  Datanglah lebih cepat sebelum ujian dilaksanakan
        Dengan dating lebih awal (minimal 15 menit sebelum ujian dilaksanakan), kamu akan punya waktu untuk mempersiapkan mental dan fisik kamu yang akhirnya akan membantumu untuk lebih berkonsentrasi selama mengerjakan ujian.

3.  Tenang dan percaya diri
        Sebelum mengerjakan ujian biasakan untuk berdo’a. Dengan berdo’a kamu akan lebih tenang dan percaya diri. Ingatkan dirimu bahwa kamu sudah siap sedia akan mengerjakan ujian dengan baik.

4.  Jangan tegang santailah dalam mengerjakan setiap ujian
        Jika kamu tegang saat ujian, maka akan merusak konsentrasimu. Santai saja dan pilihlah kursi atau tempat yang nyaman untuk mengerjakan ujian.
 
5.  Baca perintah soal dan preview soal – soal ujianmu dahulu
        Sebelum mulai mengerjakan ujian janganlah terpancing untuk langsung melihat soal dan mengerjakan soal, bacalah perintah soal ujian dengan baik dan tidak terburu – buru. Sebab seringkali perintah untuk menjawab tidak sesuai dengan ujian yang lainnya. Tandai kata – kata kunci dan putuskan berapa waktu yang diperlukan untuk menjawab masing – masing soal. Ketika kamu membaca soal – soal, catat juga ide – ide yang muncul yang akan digunakan sebagai jawaban.

6.  Seleksi soal terlebih dahulu

        Seleksi soal maksudnya adalah seleksilah soal yang kamu anggap mudah untuk dapat dikerjakan terlebih dahulu, kemudian baru mengerjakan soal – soal yang sulit. Soal yang membutuhkan waktu lama untuk menulis jawabannya dan soal yang memiliki nilai terkecil juga dikerjakan terakhir. Hal ini akan membantumu mengurangi pemborosan waktu menjawab.
        
7.  Metode menjawab soal
        Biasanya ada dua tipe soal pada ujian yang akan kamu hadapi. Oleh karena itu kamu harus bisa membuat strategi dalam menjawab.

        a.  Soal – soal pilihan ganda
        Langsung abaikan jawaban yang kamu anggap salah. Apabila digunakan hukuman pengurangan nilai pada jawaban yang salah, jangan menebak suatu pilihan jawaban ketika kamu ragu dengan jawabanmu tersebut. Karena pilihan pertama akan jawabanmu biasanya benar, jangan menggantinya kecuali bila kamu yakin atas koreksi yang kamu lakukan. Tebaklah selalu suatu pilihan jawaban ketika tidak ada hukuman pengurangan nilai atau ketika tidak adapilihan jawaban yang dapat kamu abaikan.

        b.  Soal ujian essai
        Pikirkan dulu jawabannya sebelum menulis. Buatlah kerangka jawaban singkat untuk essai dengan mencatat dulu beberapa ide yang ingin kamu tulis. Usahakan untuk menuliskan secara langsung poin pertama dari jawaban sehingga jawabanmu tidak akan melenceng kemana – mana. Tulis kalimat pokokmu pada kalimat pertama. Gunakan paragraf – paragraf selanjutnya untuk mendiskusikan poin – poin utama secara mendetail.
 
8.  Baca kembali
        Hindari keinginan untuk meninggalkan kelas dengan segera setelah kamu menjawab semua soal – soal ujian. Bacalah kembali dengan teliti jawaban yang sudah kalu tulis, cek ejaan, struktur bahasa, dan tanda baca pada bagian jawaban soal essai sehingga jika ada kekurangan kamu akan dapat segera memperbaiki.

9.  Tutup dengan do’a

        Sebagaimana kamu berdo’a untuk memulai mengerjakan ujian, berdo’alah juga setelah selesai mengerjakan. Semoga apa yang sudah kamu kerjakan benar dan mendapat nilai yang baik.

Sepuluh tips saat ujian


Ketika kamu melakukan ujian, kamu sedang mendemonstrasikan kemampuanmu dalam memahami materi kuliah, atau dalam melakukan tugas-tugas tertentu. Bila kamu ragu terhadap kejujuran ujian, atau kredibilitas ujian tersebut untuk menguji kemampuanmu, temuilah dosen pembimbingmu.
Ujian memberikan dasar evaluasi dan penilaian terhadap perkembangan belajarmu.
Ada beberapa kondisi lingkungan, termasuk sikap dan kondisimu sendiri, yang mempengaruhimu dalam melakukan ujian.
Sepuluh tips untuk membantu kamu dalam mengerjakan ujian:
·         Datanglah dengan persiapan yang matang dan lebih awal.
Bawalah semua alat tulis yang kamu butuhkan, seperti pensil, pulpen, kalkulator, kamus, jam (tangan), penghapus, tip ex, penggaris, dan lain-lainnya. Perlengkapan ini akan membantumu untuk tetap konsentrasi selama mengerjakan ujian.
·         Tenang dan percaya diri.
Ingatkan dirimu bahwa kamu sudah siap sedia dan akan mengerjakan ujian dengan baik.
·         Bersantailah tapi waspada.
Pilihlah kursi atau tempat yang nyaman untuk mengerjakan ujian. Pastikan kamu mendapatkan tempat yang cukup untuk mengerjakannya. Pertahankan posisi duduk tegak.
·         Preview soal-soal ujianmu dulu (bila ujian memiliki waktu tidak terbatas)
Luangkan 10% dari keseluruhan waktu ujian untuk membaca soal-soal ujian secara mendalam, tandai kata-kata kunci dan putuskan berapa waktu yang diperlukan untuk menjawab masing-masing soal. Rencanakan untuk mengerjakan soal yang mudah dulu, baru soal yang tersulit. Ketika kamu membaca soal-soal, catat juga ide-ide yang muncul yang akan digunakan sebagai jawaban.
·         Jawab soal-soal ujian secara strategis.
Mulai dengan menjawab pertanyaan mudah yang kamu ketahui, kemudian dengan soal-soal yang memiliki nilai tertinggi. Pertanyaan terakhir yang seharusnya kamu kerjakan adalah:
o    soal paling sulit
o    yang membutuhkan waktu lama untuk menulis jawabannya
o    memiliki nilai terkecil

·         Ketika mengerjakan soal-soal pilihan ganda, ketahuilah jawaban yang harus dipilih/ditebak.
Mula-mulai, abaikan jawaban yang kamu tahu salah. Tebaklah selalu suatu pilihan jawaban ketika tidak ada hukuman pengurangan nilai, atau ketika tidak ada pilihan jawaban yang dapat kamu abaikan. Jangan menebak suatu pilihan jawaban ketika kamu tidak mengetahui secara pasti dan ketika hukuman pengurangan nilai digunakan. Karena pilihan pertama akan jawabanmu biasanya benar, jangan menggantinya kecuali bila kamu yakin akan koreksi yang kamu lakukan.
·         Ketika mengerjakan soal ujian esai, pikirkan dulu jawabannya sebelum menulis.
Buat kerangka jawaban singkat untuk esai dengan mencatat dulu beberapa ide yang ingin kamu tulis. Kemudian nomori ide-ide tersebut untuk mengurutkan mana yang hendak kamu diskusikan dulu.
RajaBackLink.com
·         Ketika mengerjakan soal ujian esai, jawab langsung poin utamanya.
Tulis kalimat pokokmu pada kalimat pertama. Gunakan paragraf pertama sebagai overview esaimu. Gunakan paragraf-paragraf selanjutnya untuk mendiskusikan poin-poin utama secara mendetil. Dukung poinmu dengan informasi spesifik, contoh, atau kutipan dari bacaan atau catatanmu.
·         Sisihkan 10% waktumu untuk memeriksa ulang jawabanmu.
Periksa jawabanmu; hindari keinginan untuk segera meninggalkan kelas segera setelah kamu menjawab semua soal-soal ujian. Periksa lagi bahwa kamu telah menyelesaikan semua pertanyaan. Baca ulang jawabanmu untuk memeriksa ejaan, struktur bahasa dan tanda baca. Untuk jawaban matematika, periksa bila ada kecerobohan (misalnya salah meletakkan desimal). Bandingkan jawaban matematikamu yang sebenarnya dengan penghitungan ringkas.
·         Analisa hasil ujianmu.
Setiap ujian dapat membantumu dalam mempersiapkan diri untuk ujian selanjutnya. Putuskan strategi mana yang sesuai denganmu. Tentukan strategi mana yang tidak berhasil dan ubahlah. Gunakan kertas ujian sebelumnya ketika belajar untuk ujian akhir.

Saturday, February 9, 2013

PRESENT PERFECT TENSE

The Simple Present Perfect Tense digunakan jika sesuatu terjadi pada masa lampau/lalu dan hasil/akibat dari peristiwa itu masih ada. Keterangan waktu yang digunakan adalah just, ever, never, dan already, terutama untuk mengungkapkan pengalaman atau informasi yang baru dari pembicara.

Pola :
(+) Subject + auxiliary verb (have/has) + past participle + ....
(-)  Subject + auxiliary verb (have/has) not + past participle + ....
(?) Auxiliary verb (have/has) + subject + past participle + ....?

Contoh :
(+) We have had breakfast this morning. (Hasilnya : Kami tidak lapar)
(-)  My parents have not arrived from grandparents house. (Hasilnya : saya tidak bersama orang tua
      saya di rumah)
(?) Has Okta already arrived here? (Hasilnya : kami masih menunggu Okta)

Note : dalam tense ini sering digunakan for dan since, terutama untuk menunjukkan peristiwa yang masih berlanjut. 

Contoh : I have been here for two hours

Regular Verb
Verb 1
Verb 2
Verb 3
Meaning
adhere
adhered
adhered
mengikuti
adjoin
adjoined
adjoined
bersampingan
adjourn
adjourned
adjourned
menunda
adjust
adjusted
adjusted
menyesuaikan
administer
administered
administered
mengelola
admire
admired
admired
mengagumi
admit
admitted
admitted
mengakui
admonish
admonished
admonished
menegur
adopt
adopted
adopted
mengambil
adore
adored
adored
memuja
advance
advanced
advanced
muka
advertise
advertised
advertised
mengiklankan
advise
advised
advised
menasihati
advocate
advocated
advocated
menganjurkan
affect
affected
affected
mempengaruhi
affirm
affirmed
affirmed
menegaskan
afford
afforded
afforded
mampu
age
aged
aged
usia
agglomerate
agglomerated
agglomerated
menggumpal
agonize
agonized
agonized
menderita sekali
agree
agreed
agreed
setuju
aid
aided
aided
bantuan
aim
aimed
aimed
tujuan
 

 Irregular Verb

Verb 1
Verb 2
Verb 3
Meaning
abide
abode
abode
berkediaman
awake
awoke
awoke
terjaga (bangun)
bear
bore
borne
menopang, melahirkan
beat
beat
beaten
memukul, mengalahkan
become
became
become
menjadi
begin
began
begun
memulai
bend
bent
bent
menekuk
bet
bet
bet
bertaruh
bite
bit
bitten
menggigit
bleed
bled
bled
berdarah
blow
blew
blown
meniup
break
broke
broken
memecahkan
bring
brought
brought
membawa
build
built
built
membangun
burn
burnt, burned
burnt, burned
membakar
burst
burst
burst
meledak
buy
bought
bought
membeli
cast
cast
cast
melemparkan, memasukkan
catch
caught
caught
menangkap
choose
chose
chosen
memilih
cling
clung
clung
berpegang erat
come
came
come
datang
cost
cost
cost
berharga
 

Contoh Soal :
Rani is a Mexican girl. She .... in Indonesia since last year. She is here to study Indonesia culture in a private university in Central Java.
a. is
b. was
c. has been
d. have been

siapa yang tahu jawabannya?